Assalammualaikum wr. Wb
Posting ke II
Hati yang sehat adalah hati yang didalamnya tidak ada syirik, tipu daya,rasa iri dan dengki
Question :
Do yuo know “ Laten Social Problems” ???? kunaon aya nu kitu atuhhhh...jelaskan....silusina kumaha???kumaha??? cik sok atuh jawab! He...he..
Answer ;
Tema yang diusung dalam tugas portin ke II materi kuliah ISBD kali ini adalah masalah sosial. Menurut saya dan yang saya ketahui bahwa yang dimaksud dengan Laten Social Problems itu adalah menyangkut hal-hal yang bertentangan /berlawanan dengan nilai masyarakat akan tetapi tidak di akui demikian halnya. Dan penyebab terjadinya masalah susial diklasifikasikan dalam empat kategorisyaitu :
1. Faktor Ekonomis
Faktor ekonomis sering memicu terjadinya masalah sisial karna setiap orang memiliki penghasilan yang berbeda-beda sesuai profesinya bahkan masih ada orang yang belum memiliki penhasilan tetap dan terkadang menjadi pengangguran dan inilah yang memicu terjadinya masalah sisial, maksudnya pngangguran itu sendiri yang sangat menjamur di zaman sekarang ini, disebabkan karna lapamgan kerja yang sedikit dan SDM kurang berkualitas akibatnya sang pengangguran melakukan pencopetan ataupun pemerasan dan ini sangat menggangu ketentraman orang banyak. Selain itu dengan perbedaan faktor ekonomi dimana masyarakat dibedakan atas masyarakat atas ataau golongan orang kaya, kemudian pertengahan atau sederhana dan golongan bawah atau lebih dikenal dengan orang miskin, Akibat kemiskinan banyak sekali dampak yang ditimbulkan dari kemiskinan ini yang memicu masalah sosia, misalnya saja anak-anak yang hidup di jalanan untuk mencari uang karna himpitan ekonomi keluarga sehingga tidak memperoleh pendidikan dan mengakibatkan pergaulan yang salah misalnya saja melakukan pencopetan. Menurut saya solusi untuk masalah-masalah di atas adalah peran pemerintah yang ekstra untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang ada dalam garis kemiskinan serta yang paling penting faktor dari dalam manusia itu sendiri. Setiap manusia bisa hidup, entah yang tinggal dalam gubuk derita, Tap,,, Siapakah yang paling bahagia??? Yaitu orang yang cinta kepada Allah SWT, Orang yang selalu bersyukur dan tentunya faham tentang agama.
2. Faktor Biologis
Yang dimaksud faktor biologis disini misalnya adalah orang yang hidup dibawah garis kemiskinan biasanya mudah terkena penyakit karna tempat tinggal yang tidak layak serta faktor makanan dan solusinya adalah dari peran pemerintah sendiri untuk mensejahterakan rakyatnya serta pentingnya sosialisasi masalah kesehatan. Selain itu karna ingin mendapat untung besar, banyak dari pedagang kecil membuat barang makananya menggunakan bahan yang berbahaya untuk menekan biaya produksi. Untuk amasalah ini perlu adanya pengawasan dan pengecekan yang dilakukan secara ejeg oleh pemerintah.
3. Faktor Psikologis
Setiapa orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda ada orang yang mudah marah ada pula yang penyabar, ada orang yang kasar ada pula orang yang lemah lembut, ada yang mudah dalam memecahkan masalah ada pula yang mudah putus as. Dari keputus asan inilah timbul masalah sosial misalnya banyak orang mengakhiri hidupnya karna merasa bahwa masalah yang di hadapinya begitu berat sehingga solusi baginya hanyalah bunuh diri padahal ini adalah perbuatan yang sia-sia. Solusi yang amat tepat untuk faktor psikologis ini adalah pengetahuan dan pendalaman agama yang baik dan benar. Karna bila Allah sudah bersamamu, siapa lagi yang harus engkau takuti ?Tapi, bila Allah menjadi musuhmu kepada siapa lagi engkau akan berharap?.
4. Faktor Kebudayaan
Dua insan yang saling mencintai dan disatukan dalam ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang tersebut yaitu istri dan suami tetapi juga mempersatikan dua keluarga, anamun bila percveraian itu terjadi maka pecah juga lah kekeluargaan dua keluarga ini bukan hanya itu bahkan bahwa mungkin bisa lebih luas sampai daerah tempat tinggal juga. Sayang sekali di zaman sekarang ini sudah tidak heran adanya kawin cerai yang terjadi. Solusi untuk masalah ini adalah meningkatkan serta menjaga keutuhan cinta agar tidak goyah karna hal-hal seoele, sebaioknya harus saling menghormati satu sama lain
Demikianlah penjelasan dan penjabaran dari saya dengan pengetahuan yang saya miliki mengenai Laten Social Problems. Saya tutup dengan.............
Wassalammualaikum Wr Wb
Blog ini saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar yang di ampu oleh Drs. Ana Maulana, M.Pd
Sabtu, 09 April 2011
Manusia dan Cinta Kasih
Assalammualaikum wr. Wb
Posting I
Question :
Cinta, sayang kasih kemesraan, pemujaan yang terselimuti nilai norma dan agama bisa membawa pada kehidupan manusia yang homohumanus aden nich dunia, tapi kenyataan terjadi mengapa ada dehumanisasi ( ibu dalang membunuh anak, kekasih membunuh sang kekasih) menagapa oh... mengapasemua ini terjadi....jelaskan...jelaskan..
Answer:
Tema yang diusung dalam tugas posting ke I materi kuliah ISBD kali ini adalah cinta kasih. Dan sebelum saya menjawab atas pertanyaan diatas saya ingin memberikan sebuah kata mutiara “ Ya... untuk senyuman indahmu yang menghembuskan cinta dan mengalirkan kasih sayang kepada sesama”.
Menurut saya memang benar adanya Cinta, sayang kasih kemesraan, pemujaan yang terselimuti nilai norma dan agama bisa membawa pada kehidupan manusia yang homohumanus aden nich dunia, tapi kenyataan terjadi mengapa ada dehumanisasi ( ibu dalang membunuh anak, kekasih membunuh sang kekasih), itu semua terjadi dikarnakan selimut cinta yang berisikan di dalamnya yaitu agama, norma, moral, dan nilai itu sendiri terlepasss.... sehingga cinta kasih yang dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan berubah menjadi kejam, tidak berprikemanusiaan, melupakan akhirat dan bekal untuknya serta mengabaikan keberadaanya.
Sungguh ironis sekali, seharusnya cinta kasih antara orang tua dan anak dimana orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari malah tega membunuh darah dagingnya sendiri, sungguh seorang ibu yang kejam, tidak memiliki hati dan tidak berprikemanusiaan. Sehingga jelas sekali bahwa agama, norma, moral dan nilai telah diabaikan.
Ada empat yarat untuk mewujutkan cinta kasih :
1. Pengenalan
2. Tanggung jawab (Responsibiliti)
3. Perhatian (Cere)
4. Saling menghormati (Respek)
Namun bila salah satu syarat itu hilang misalnya tanggung jawab (Responsibility) yang mana terjadi pada contoh diatas bahwa seorang kekasih tega membunuh kekasihnya sendiri, itu akibat dari hilangnya tanggung jawab dimana wanita hamil si pria tidak mau bertanggung jawab atas perbuatanya maka berakibat pada pembunuhan tersebut.
Karna untuk keutuhan cinta itu sendiri dituntut :
1. Rasa tanggung jawab
2. Pengoebanan
3. Kejujuran
4. Saling percaya
5. Pengertian dan
6. Saling terbuka
Inilah jwaban dari saya, lebih dan kurangnya saya mohon maaf karna kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Akhir kata dengan sebuah kata mutiara dari saya “ Ya... untuk bersanding dengan alquran seraya membaca, menghayati, dan mengamalkanya sambil bertobat beristighfar”. Dan saya tutup dengan.....
Wassalammualaikum Wr Wb
Posting I
Question :
Cinta, sayang kasih kemesraan, pemujaan yang terselimuti nilai norma dan agama bisa membawa pada kehidupan manusia yang homohumanus aden nich dunia, tapi kenyataan terjadi mengapa ada dehumanisasi ( ibu dalang membunuh anak, kekasih membunuh sang kekasih) menagapa oh... mengapasemua ini terjadi....jelaskan...jelaskan..
Answer:
Tema yang diusung dalam tugas posting ke I materi kuliah ISBD kali ini adalah cinta kasih. Dan sebelum saya menjawab atas pertanyaan diatas saya ingin memberikan sebuah kata mutiara “ Ya... untuk senyuman indahmu yang menghembuskan cinta dan mengalirkan kasih sayang kepada sesama”.
Menurut saya memang benar adanya Cinta, sayang kasih kemesraan, pemujaan yang terselimuti nilai norma dan agama bisa membawa pada kehidupan manusia yang homohumanus aden nich dunia, tapi kenyataan terjadi mengapa ada dehumanisasi ( ibu dalang membunuh anak, kekasih membunuh sang kekasih), itu semua terjadi dikarnakan selimut cinta yang berisikan di dalamnya yaitu agama, norma, moral, dan nilai itu sendiri terlepasss.... sehingga cinta kasih yang dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan berubah menjadi kejam, tidak berprikemanusiaan, melupakan akhirat dan bekal untuknya serta mengabaikan keberadaanya.
Sungguh ironis sekali, seharusnya cinta kasih antara orang tua dan anak dimana orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari malah tega membunuh darah dagingnya sendiri, sungguh seorang ibu yang kejam, tidak memiliki hati dan tidak berprikemanusiaan. Sehingga jelas sekali bahwa agama, norma, moral dan nilai telah diabaikan.
Ada empat yarat untuk mewujutkan cinta kasih :
1. Pengenalan
2. Tanggung jawab (Responsibiliti)
3. Perhatian (Cere)
4. Saling menghormati (Respek)
Namun bila salah satu syarat itu hilang misalnya tanggung jawab (Responsibility) yang mana terjadi pada contoh diatas bahwa seorang kekasih tega membunuh kekasihnya sendiri, itu akibat dari hilangnya tanggung jawab dimana wanita hamil si pria tidak mau bertanggung jawab atas perbuatanya maka berakibat pada pembunuhan tersebut.
Karna untuk keutuhan cinta itu sendiri dituntut :
1. Rasa tanggung jawab
2. Pengoebanan
3. Kejujuran
4. Saling percaya
5. Pengertian dan
6. Saling terbuka
Inilah jwaban dari saya, lebih dan kurangnya saya mohon maaf karna kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Akhir kata dengan sebuah kata mutiara dari saya “ Ya... untuk bersanding dengan alquran seraya membaca, menghayati, dan mengamalkanya sambil bertobat beristighfar”. Dan saya tutup dengan.....
Wassalammualaikum Wr Wb
Ilmu Sosial Budaya Dasar 2
PERSONALITY
Personality (kepribadian) adalah unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingakah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu atau cirri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas.
Pengertian individu itu sendiri berasal dari kata undivided (tidak dapat dibagi, tidak dapat dipisahkan). Keberadaannya sebagai makhluk yang pilah, tunggal dan khas, cirri-ciri tersebut merupakan hal yang secara mutlak disandang oleh manusia, sehingga pada dasarnya manusia sebagai pribadi yang utuh. Karakteristik individu adalah cirri dan sifat yang khas, setiap individu mempunyai karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan cirri yang dibawa sejak lahir (biologis, sosial psikologis). Karakteristik yang berkaitan dengan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedang karakteristik sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi lingkungan. Menurut Gary (1963) mengkategorikan perbedaan individual kedalam bidang-bidang sebagai berikut :
1. Perbedaan fisik
2. Perbedaan sosial
3. Perbedaan kepribadian
4. Perbedaan intelegensi
5. Perbedaan kecakapan
Pengertian perilaku menurut paham holistic, perilaku berarti aspek intrinsic (niat/tekad) dari dalam individu merupakan faktor penentu yang penting untuk melahirkan perilaku tertentu, meskipun tanpa adanya perangsang (stimulus) yang datang dari luar. Sedangkan menurut paham behavioristik, perilaku dapat dibentuk melalui proses pembiasaan dan pengukuhan (reinforcement) dengan mengkondisikan stimulus (conditioning) dalam lingkungan (environmentalistic) dengan demikian perubahan perilaku sangat mungkin terjadi. Dengan demikian pola urutan mekanisme perilaku dalam konteks ini digambarkan sebagai berikut :
Kebutuhan dirasakan (felt needs) → dorongan timbul (motivation) → aktivitas dilakukan (instrumental behavior) → tujuan dihayati (goals/incentives)
Taksonomi perilaku : menurut Bloom, terdiri dari kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantoro yaitu cipta, rasa, karsa atau penalaran, pengahayatan dan pengamalan.
Unsur-unsur Personality, diantaranya :
a.Pengetahuan :
-Persepsi
Adalah segala sesuatu yang kita ketahui sebagai hasil penggunaan panca indra (unsur-unsur akal yang mengisi alam jiwa)
-Apersepsi
Adalah penggambaran oleh manusia berbeda dengan foto, manusia terfokus pada bagian-bagian khusus (mata, telinga), diolah oleh akal fikir, digabung dengan penggambaran lama lalu diproyeksikan sebagai penggambaran baru dengan pengertian baru.
-Pengamatan
Adalah suatu persepsi saat di proyeksikan berfokus pada hal yang menarik ( lebih terpusat, lebih intensif)
-Konsep
Adalah menggabung, memandingkan bagian-bagian dari suatu penggambaran lain yang sejenis.
-Fantasi
Adalah adanya penggambaran yang di tambah-tambahkan, dibesarkan, dikurangi, dikecilkan pada bagian-bagian tersebut, ada pula digabungkan dengan penggambaran lain yang dalam kenyataannya tidak ada penggambaran yang tidak realistic.
b. Perasaan
Adalah persepsi-persepsi dapat menimbulkan dalam kesadaran manusia persaan positif dan negative.
c. Drive (dorongan):
-Dorongan untuk mempertahankan hidup
-Seks
-Mencari makan
-Berinteraksi
-Meniru
-Berbakti
-Keindahan
Jadi kesimpulannya bahwa individu memiliki kepribadian yang membedakan individu tersebut dengan individu yang lainnya, baik dalam pola tingkah laku atau karakteristiknya.
Personality (kepribadian) adalah unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingakah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu atau cirri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas.
Pengertian individu itu sendiri berasal dari kata undivided (tidak dapat dibagi, tidak dapat dipisahkan). Keberadaannya sebagai makhluk yang pilah, tunggal dan khas, cirri-ciri tersebut merupakan hal yang secara mutlak disandang oleh manusia, sehingga pada dasarnya manusia sebagai pribadi yang utuh. Karakteristik individu adalah cirri dan sifat yang khas, setiap individu mempunyai karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan cirri yang dibawa sejak lahir (biologis, sosial psikologis). Karakteristik yang berkaitan dengan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedang karakteristik sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi lingkungan. Menurut Gary (1963) mengkategorikan perbedaan individual kedalam bidang-bidang sebagai berikut :
1. Perbedaan fisik
2. Perbedaan sosial
3. Perbedaan kepribadian
4. Perbedaan intelegensi
5. Perbedaan kecakapan
Pengertian perilaku menurut paham holistic, perilaku berarti aspek intrinsic (niat/tekad) dari dalam individu merupakan faktor penentu yang penting untuk melahirkan perilaku tertentu, meskipun tanpa adanya perangsang (stimulus) yang datang dari luar. Sedangkan menurut paham behavioristik, perilaku dapat dibentuk melalui proses pembiasaan dan pengukuhan (reinforcement) dengan mengkondisikan stimulus (conditioning) dalam lingkungan (environmentalistic) dengan demikian perubahan perilaku sangat mungkin terjadi. Dengan demikian pola urutan mekanisme perilaku dalam konteks ini digambarkan sebagai berikut :
Kebutuhan dirasakan (felt needs) → dorongan timbul (motivation) → aktivitas dilakukan (instrumental behavior) → tujuan dihayati (goals/incentives)
Taksonomi perilaku : menurut Bloom, terdiri dari kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantoro yaitu cipta, rasa, karsa atau penalaran, pengahayatan dan pengamalan.
Unsur-unsur Personality, diantaranya :
a.Pengetahuan :
-Persepsi
Adalah segala sesuatu yang kita ketahui sebagai hasil penggunaan panca indra (unsur-unsur akal yang mengisi alam jiwa)
-Apersepsi
Adalah penggambaran oleh manusia berbeda dengan foto, manusia terfokus pada bagian-bagian khusus (mata, telinga), diolah oleh akal fikir, digabung dengan penggambaran lama lalu diproyeksikan sebagai penggambaran baru dengan pengertian baru.
-Pengamatan
Adalah suatu persepsi saat di proyeksikan berfokus pada hal yang menarik ( lebih terpusat, lebih intensif)
-Konsep
Adalah menggabung, memandingkan bagian-bagian dari suatu penggambaran lain yang sejenis.
-Fantasi
Adalah adanya penggambaran yang di tambah-tambahkan, dibesarkan, dikurangi, dikecilkan pada bagian-bagian tersebut, ada pula digabungkan dengan penggambaran lain yang dalam kenyataannya tidak ada penggambaran yang tidak realistic.
b. Perasaan
Adalah persepsi-persepsi dapat menimbulkan dalam kesadaran manusia persaan positif dan negative.
c. Drive (dorongan):
-Dorongan untuk mempertahankan hidup
-Seks
-Mencari makan
-Berinteraksi
-Meniru
-Berbakti
-Keindahan
Jadi kesimpulannya bahwa individu memiliki kepribadian yang membedakan individu tersebut dengan individu yang lainnya, baik dalam pola tingkah laku atau karakteristiknya.
Selasa, 08 Maret 2011
Ilmu Sosial Budaya Dasar 1
Sumber dari semua ilmu pengetahuan adalah filsafat(philosopia). Dari filsafat lahur tiga cabang ilmu pengetahuan
a. Natural Science (ilmu-ilmu alam meliputi : fisika, kimia, biologi)
b. Sicial Science (ilmu-ilmu sosial meliputi : sejarah, politik, ekonomi)
c. Humanities ( ilmu-ilmu budaya meliputi : bahasa, agama kesenian)
Dalam dunia pengajaran, ilmu-ilmu sisial mengalami perkembagan sehingga timbul faham studi sosial (social studies kalau di Indonesia IPS).IPS adalah fusi dari sejumlah mata pelajaran sosial. Maka ilmu-ilmu sosial merupakan dasar dari IPS, tapi tidakberarti seluruh ilmu-ilmu sosial menjadi bahan IPS. Tingkat usia, jenjang pendidikan dan perkembangan pengetahuan anak didikmenentukan materi-materi ilmu-ilmu sosial mana yang tepat menjadi pokok bahasan dalam IPS.
Ilmu sosial dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehudupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya.Sedangkan yang menjadi objeknya ini adalah masyarakat yang selalu berubah-ubah. Jadi untuk melihat perbedaanantara social science dengan natural science dari objek formanya, artinyaobjek social science adalah manusia sedangkan untuk membedakan antara ilmu-ilmu sosial adalah focus of interest (pusar perhatian)
2. Ilmu Budaya
Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya (homohumanus) dan masalah-masalah yang menyertainya, sering disebut dengan humanities yang merupakan pengtahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang kosep-konsep yang dapat digunakan utuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan
.
Pada abad 20 dilakukan penelitian di Amerika dan Eropa, kesimpilan hasil kesimpulan hasil penelitianya bahwa sistem pendidikan modern telah menghasilkan para saintis dan teknokratyang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian.
Philip H. Phenix (1963:8) merumuskan tujuan pendidikan umum adalah:
A complete person should be skilled in the use of speech, syimbol and gesture, factually well informed, capale of creating and apresiating object of esthetic significance, endowed with a rice and disciplined lif in relation to self and others, ableto make wise decision and to judge between right and wrong and possed of an integral out look.
Artinya manusia yang memiliki kemampun dalam menggunakan kata-kata, syimbol, isyarat , dapat menerima informasi
Isyarat, dapat menerima iformasi factual, dapat melakukan dan mengapresiasi objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakapdalam mengambil keputusan yang bijaksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.
Di Amerika dan inggris, konsep general education, dalam rangka menciptakan masyarakat yang berbudaya,demokratis dan perduli terhadaplingkungan baik lingkungan alm Maupin lingkungan sosialnya. Laporan lima puluh tahunan dari nation society for the study of education tahun 1958, program studi general education di Amerika, dilatarbelakangi oleh empat hal, yaitu:
1. Sebagai reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana spesialis telah mendewakan hasil-hasil temuanya yang menakjubkan, sementara mereka lipa pada nilai-nilai esensial kemanusiaanya.
2. Sebagai reaksi terhadap keoincangan penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas.
3. Segai reaksi terhadap pengkotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa.
4. Sebagai reaksi terhadap formalism dalam pendidikan liberal.
Gambaran kecendrungan dunia pendidikan tinggi dewasa ini sangat mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan. Maka anak didik perlu dibekali suau kemampuan untuk memahami, memaknai, dan mengamalkan nilai-nilai universal.
Konsep pendidikan umum di Indonesia berangkat dari UU no 20 tahun 2003 tentang sistempendidikan nasional. Berdasarkan dari tujuan pendidikan nasinal, kurikulum pendidikan nasional Indonesia selalu memuat nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara terintegrasi.
Untuk di tingkat perguruan tinggi di sebut mata kuliah dasar umum (MKDU) yaitu sekelompok mata kuliah yang memberikan landasan dalam pengembangan dunia spesialisasinya masing-masing. MKDU diubah menjadi MPK dan MBB. Kedua kelompok bidang studi ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran mahasiswa perguruan tinggi Indonesia dalam pencapaian tujuan utama pendidikan nasional, yaitu membentuk kepribadian utuh melalui proses pembelajaran secara berintegrasi dengan menggunakan pendekatan multi atau interdisipliner, yang dalam konsep di Amerika disebut General Education
.
Program studi General Education di Amerika telah dikolaborasi para ahli pendidikan di Indonesia menjadi sebuah study atau mata kuliah MKDU (istilah dulu). Kelompok mata kuliah pertama memuat mata kuliah pendidikan Pancasila, pendidikan agama dan pedididkan kewiraan nasional, kelompok kedua memuat mata kuliah ISBD, IBD, dan IAD. Kedua kelompok tersebut kini menjadi MPK dan MBB.
Kelompok mata kuliah diatas berusaha membekali mahasiswa berupa kemampuan dasartentang pemahaman, pemaknaan dan pengamakan nilai-nilai dasar kemanusiaan baik sebagai pribadi, sebagai warga neraga Indonesia, anggota keluarga, warga masyarakat dan sebagai bagian dari alam ciptaan Tuhan. Tujuannya memberikan landasan berfikir, bersikap dan bertindak agar lulusan perguruan tinggi menjadi manusia yang memiliki kepribadian yang utuh yaiti pribadi yang beriman dan beraqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat rohani dan jasmani,cerdas, trampil, mandiri, memiliki jati diri, sera memilikirasa tanggung jamwab kemanusiaan dan kebangsaan.
Kompetensi MBB yang dituju adalah agar mahasiswa menguasai kemampuan berfikir rasional, berwawasan luas, berjiwa besar sebagai manusia intelektual beradap dan bermartabat yang bertanggung jawab terhadap;
a. Terwujudnya estetika, etika dan moral atau nilai-nilai budaya bagi keteraturan, kebersamaan dan kesejahteraan hidup bermasyarakat,
b. Terpeliharanya sumber daya alam dan lingkungan.
Dan dengan diberikan kajian ISBD diharapkan dapat member wawasan akan pentingnya pendekatan sosial dan budaya dalammenangani masalah alam. Hal ini dimaksudkan agar pendekatansosial dan budaya senantiasa di pertimbangkan dan melandasi setiap upaya mencari solusi atas pemecahan dari masalah alam yag mereka hadapi. Dengan demikian mahasiswasebagai calon ilmuan dan professional harapan bangsa mampu bertindak secara arif dan bijaksana. Kompetensi dari ISBD diharapkan para lulusan mampu:
a. Menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman kesederajatan dan kebermatabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam berkehidupan bermasyarakat.
b. Memahami dan menghormati estetika, etikadannilai-nilai budaya yang menjadi pedoman bagi keteratyran dan kesejahteraan hudup dalam menata hudup kebersamaan dalam masyarakat
1. Visi ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis,peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika,eika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Misi ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arifpada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya lingkungan.
3. Tujuan ISBD
a. Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat.
b. Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalammemahami keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalamkehidupan bermasyarakat.
c. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luasserta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu danmakhlik sosial yang beradap dalam memperaktikan pengetahuan akade dan keahlianya.
Langganan:
Komentar (Atom)