Sumber dari semua ilmu pengetahuan adalah filsafat(philosopia). Dari filsafat lahur tiga cabang ilmu pengetahuan
a. Natural Science (ilmu-ilmu alam meliputi : fisika, kimia, biologi)
b. Sicial Science (ilmu-ilmu sosial meliputi : sejarah, politik, ekonomi)
c. Humanities ( ilmu-ilmu budaya meliputi : bahasa, agama kesenian)
Dalam dunia pengajaran, ilmu-ilmu sisial mengalami perkembagan sehingga timbul faham studi sosial (social studies kalau di Indonesia IPS).IPS adalah fusi dari sejumlah mata pelajaran sosial. Maka ilmu-ilmu sosial merupakan dasar dari IPS, tapi tidakberarti seluruh ilmu-ilmu sosial menjadi bahan IPS. Tingkat usia, jenjang pendidikan dan perkembangan pengetahuan anak didikmenentukan materi-materi ilmu-ilmu sosial mana yang tepat menjadi pokok bahasan dalam IPS.
Ilmu sosial dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehudupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya.Sedangkan yang menjadi objeknya ini adalah masyarakat yang selalu berubah-ubah. Jadi untuk melihat perbedaanantara social science dengan natural science dari objek formanya, artinyaobjek social science adalah manusia sedangkan untuk membedakan antara ilmu-ilmu sosial adalah focus of interest (pusar perhatian)
2. Ilmu Budaya
Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya (homohumanus) dan masalah-masalah yang menyertainya, sering disebut dengan humanities yang merupakan pengtahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang kosep-konsep yang dapat digunakan utuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan
.
Pada abad 20 dilakukan penelitian di Amerika dan Eropa, kesimpilan hasil kesimpulan hasil penelitianya bahwa sistem pendidikan modern telah menghasilkan para saintis dan teknokratyang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian.
Philip H. Phenix (1963:8) merumuskan tujuan pendidikan umum adalah:
A complete person should be skilled in the use of speech, syimbol and gesture, factually well informed, capale of creating and apresiating object of esthetic significance, endowed with a rice and disciplined lif in relation to self and others, ableto make wise decision and to judge between right and wrong and possed of an integral out look.
Artinya manusia yang memiliki kemampun dalam menggunakan kata-kata, syimbol, isyarat , dapat menerima informasi
Isyarat, dapat menerima iformasi factual, dapat melakukan dan mengapresiasi objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakapdalam mengambil keputusan yang bijaksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.
Di Amerika dan inggris, konsep general education, dalam rangka menciptakan masyarakat yang berbudaya,demokratis dan perduli terhadaplingkungan baik lingkungan alm Maupin lingkungan sosialnya. Laporan lima puluh tahunan dari nation society for the study of education tahun 1958, program studi general education di Amerika, dilatarbelakangi oleh empat hal, yaitu:
1. Sebagai reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana spesialis telah mendewakan hasil-hasil temuanya yang menakjubkan, sementara mereka lipa pada nilai-nilai esensial kemanusiaanya.
2. Sebagai reaksi terhadap keoincangan penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas.
3. Segai reaksi terhadap pengkotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa.
4. Sebagai reaksi terhadap formalism dalam pendidikan liberal.
Gambaran kecendrungan dunia pendidikan tinggi dewasa ini sangat mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan. Maka anak didik perlu dibekali suau kemampuan untuk memahami, memaknai, dan mengamalkan nilai-nilai universal.
Konsep pendidikan umum di Indonesia berangkat dari UU no 20 tahun 2003 tentang sistempendidikan nasional. Berdasarkan dari tujuan pendidikan nasinal, kurikulum pendidikan nasional Indonesia selalu memuat nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara terintegrasi.
Untuk di tingkat perguruan tinggi di sebut mata kuliah dasar umum (MKDU) yaitu sekelompok mata kuliah yang memberikan landasan dalam pengembangan dunia spesialisasinya masing-masing. MKDU diubah menjadi MPK dan MBB. Kedua kelompok bidang studi ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran mahasiswa perguruan tinggi Indonesia dalam pencapaian tujuan utama pendidikan nasional, yaitu membentuk kepribadian utuh melalui proses pembelajaran secara berintegrasi dengan menggunakan pendekatan multi atau interdisipliner, yang dalam konsep di Amerika disebut General Education
.
Program studi General Education di Amerika telah dikolaborasi para ahli pendidikan di Indonesia menjadi sebuah study atau mata kuliah MKDU (istilah dulu). Kelompok mata kuliah pertama memuat mata kuliah pendidikan Pancasila, pendidikan agama dan pedididkan kewiraan nasional, kelompok kedua memuat mata kuliah ISBD, IBD, dan IAD. Kedua kelompok tersebut kini menjadi MPK dan MBB.
Kelompok mata kuliah diatas berusaha membekali mahasiswa berupa kemampuan dasartentang pemahaman, pemaknaan dan pengamakan nilai-nilai dasar kemanusiaan baik sebagai pribadi, sebagai warga neraga Indonesia, anggota keluarga, warga masyarakat dan sebagai bagian dari alam ciptaan Tuhan. Tujuannya memberikan landasan berfikir, bersikap dan bertindak agar lulusan perguruan tinggi menjadi manusia yang memiliki kepribadian yang utuh yaiti pribadi yang beriman dan beraqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat rohani dan jasmani,cerdas, trampil, mandiri, memiliki jati diri, sera memilikirasa tanggung jamwab kemanusiaan dan kebangsaan.
Kompetensi MBB yang dituju adalah agar mahasiswa menguasai kemampuan berfikir rasional, berwawasan luas, berjiwa besar sebagai manusia intelektual beradap dan bermartabat yang bertanggung jawab terhadap;
a. Terwujudnya estetika, etika dan moral atau nilai-nilai budaya bagi keteraturan, kebersamaan dan kesejahteraan hidup bermasyarakat,
b. Terpeliharanya sumber daya alam dan lingkungan.
Dan dengan diberikan kajian ISBD diharapkan dapat member wawasan akan pentingnya pendekatan sosial dan budaya dalammenangani masalah alam. Hal ini dimaksudkan agar pendekatansosial dan budaya senantiasa di pertimbangkan dan melandasi setiap upaya mencari solusi atas pemecahan dari masalah alam yag mereka hadapi. Dengan demikian mahasiswasebagai calon ilmuan dan professional harapan bangsa mampu bertindak secara arif dan bijaksana. Kompetensi dari ISBD diharapkan para lulusan mampu:
a. Menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman kesederajatan dan kebermatabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam berkehidupan bermasyarakat.
b. Memahami dan menghormati estetika, etikadannilai-nilai budaya yang menjadi pedoman bagi keteratyran dan kesejahteraan hudup dalam menata hudup kebersamaan dalam masyarakat
1. Visi ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis,peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika,eika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Misi ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arifpada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya lingkungan.
3. Tujuan ISBD
a. Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat.
b. Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalammemahami keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalamkehidupan bermasyarakat.
c. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luasserta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu danmakhlik sosial yang beradap dalam memperaktikan pengetahuan akade dan keahlianya.